Bagaimanapun juga, Internet masuk sekolah adalah program yang harus didukung oleh seluruh komponen bangsa. Karena internet memiliki manfaat yang besar pembentukan SDM generasi muda kita, yaitu:
- Membuka Mata ke Dunia Luas
- Membentuk Generasi Kreatif, Produktif dan Mandiri
- Sumber Ilmu Pengetahuan Tanpa Batas
- Membantu Mempermudah Kegiatan Belajar Mengajar
Adanya kesalahan pandang bahwa Internet masuk sekolah hanya membawa pengertian di bawah, harus diluruskan.
- Internet masuk sekolah = koneksi Internet masuk sekolah
- Internet = alat browsing, email dan chatting
- Internet = alat lihat gambar dan video porno
- Internet = tempat siswa mencari berbagai informasi secara bebas tanpa kontrol
- Internet = menggantikan peran guru secara keseluruhan
- Internet masuk sekolah = synchrounous learning
Internet masuk sekolah seharusnya membawa pengertian seperti dibawah:
- Komputer dan koneksi internet bisa dinikmati seluruh siswa dan guru
- Konten pendidikan berbasis Internet bisa dinikmati seluruh siswa dan guru
- Proses kegiatan sekolah bisa didukung dan diotomasi oleh Internet (sistem informasi)
- Guru siap dengan konten pendidikan dan penugasan ke siswa sehingga siswa tidak terjebak ke konten negatif
- Siswa dan guru harus sadar Internet bisa mencetak generasi kreatif , produktif, dan mandiri, tapi juga bisa mencetak generasi busuk tak bermoral
Kekurangan SDM dan infratruktur? Bisa kita mulai dari kreatifitas dengan peralatan dan skill sederhana. Model pendidikan kreatifitas ala Jepang lewat kompetisi di acara TV “Masquerade” dan Singapore dengan eksebisi dan kompetisi pembuatan media pembelajaran oleh siswa SD menjadi contoh yang baik pendidikan ke generasi muda. Sedangkan kita sendiri masih lebih menyukai kompetisi yang mengandalkan tampang dan menghamburkan uang lewat sms polling.
Dengan segala resiko suatu sekolah yang menerima seperangkat teknologi internet harus dapat memanfaatkan seoptimal mungkin guna mendukung tercapainya tujuan pendidikan. Guru sangat dituntut berpikir secara open minded, bukan guru yang kampungan atau picik kreativitas. Guru harus menghargai kreativitas sesama guru, apalagi dengan siswa, memberi kesempatan maju dan berkembang. Jangan selalu menanggap kemajuan dan kreativitas orang lain sebagai pesaing, tetapi justru harus termotivasi untuk berkompetisi secara intelektual. Resiko yang harus dihadapi adalah tanggung jawab bersama seluruh komponen pendidikan. Ketakutan akan hal-hal negatif tidak selamanya berakibat positif. Karena hal yang dianggap negatif merupakan resiko di dunia maya, dunia yang penuh dengan kebebasan. Yang terpenting adalah bagaimana memanfaatkan bentuan pemerintah seoptimal mungkin untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan demi kemajuan anak-anak bangsa.
Filed under: Profil Sekolah









